Dalam luka kau masih nak lari
Mana kau nak pergi
Masa mu singkat apa nak buat
Katakan hajat terakhir mu
Kau bawa lender dari buntut mu….
Melukis pedih di lantai retak.
Lipas Kudung
Lipas Kudung
Mana kawan-kawan teman kongsi
Yang bersarang di sini
Tak usah lagi berangkuh diri
Kata terakhri kata ku
Dunia kini telah kau racuni
Kini tempat mu di dalam api
Dalam gelap engkau
Bermaharajalela
Cuba tengok kau kini
Di pentas nyata
SOLO
Lipas Kudung
Lipas Kudung
Lipas Kudung
Mana kawan-kawan teman kongsi
Yang bersarang di sini
Tak usah lagi berangkuh diri
Kata terakhri kata ku
Dunia kini telah kau racuni
Kini tempat mu di dalam api
Dalam gelap engkau
Bermaharajalela
Cuba tengok kau kini
Di pentas nyata
(2X)
Baru Kau Kenal Penangan Ku
Memaparkan catatan dengan label Wings. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Wings. Papar semua catatan
Selasa, 19 Jun 2007
Jerangkung Dalam Almari
Ha…ha… ha…
Apa ada dalam kamu
Ada juga di dalam kami
Apa ada dalam kami
Ada juga di dalam kamu
Aku adalah aku… adalah aku
Apa ada dalam kamus
Ada juga di dalam diri
Apa ada dalam diri
Ada juga di dalam kamu
Kami adalah kami…. adalah kami
Maafkanlah kami
Dalam generasi ini
Tak faham … tak kenal
Syair melayu tunjang pujangga melayu
Apa ada dalam kamus
Ada juga di dalam diri
Apa ada dalam diri
Ada juga di dalam kamu
Maafkanlah kami
Dalam generasi kami
Menjerit,….meraung
Keras di jiwa
Pernafasan dari kami
SOLO
Ma….afkanlah kami
Dalam generasi kami
Menjerit,….meraung
Meminta lepaskan
jerangkung dalam almari
Apa ada dalam kamus
Ada juga di dalam diri
Apa ada dalam diri
Ada juga di dalam kamus
Maafkanlah kami
Dalam generasi ini
Menjerit,…meraung
Meminta lepaskan
jerangkung dalam almari
jerangkung dalam almari
Apa ada dalam kamu
Ada juga di dalam kami
Apa ada dalam kami
Ada juga di dalam kamu
Aku adalah aku… adalah aku
Apa ada dalam kamus
Ada juga di dalam diri
Apa ada dalam diri
Ada juga di dalam kamu
Kami adalah kami…. adalah kami
Maafkanlah kami
Dalam generasi ini
Tak faham … tak kenal
Syair melayu tunjang pujangga melayu
Apa ada dalam kamus
Ada juga di dalam diri
Apa ada dalam diri
Ada juga di dalam kamu
Maafkanlah kami
Dalam generasi kami
Menjerit,….meraung
Keras di jiwa
Pernafasan dari kami
SOLO
Ma….afkanlah kami
Dalam generasi kami
Menjerit,….meraung
Meminta lepaskan
jerangkung dalam almari
Apa ada dalam kamus
Ada juga di dalam diri
Apa ada dalam diri
Ada juga di dalam kamus
Maafkanlah kami
Dalam generasi ini
Menjerit,…meraung
Meminta lepaskan
jerangkung dalam almari
jerangkung dalam almari
Satelit Puaka
Aaa... aaa... aaa...
Gantung sampai mati
Puaka semalam lu
Itu saja jawapannya
Atau dilontarkan
Mana nak kulontarkan
Puaka durjana ini
Gantungkan di langit pertama
Bagaikan satelit
Satelit puaka
Lu patut diibaratkan
Tergantung di angkasa
Bersaksikan desa
Satelit puaka lu diibaratkan
Lu saksikanlah lu punya dosa
Lu renung ke bumi sedar diri sendiri
Ku taburi pasir batu di rongga
Apakah salah dosa
Adakah terlalu berkuasa
Terlalok lupa
Lu terlupa
Lu taburi janji temberang
Janji hancing dan kotor
Adakah terlalu berkuasa terlalik lupa
Lu terlupa
Gantung sampai mati
Puaka semalam lu
Itu saja jawapannya
Atau dilontarkan
Mana nak kulontarkan
Puaka durjana ini
Gantungkan di langit pertama
Bagaikan satelit
Satelit puaka
Lu patut diibaratkan
Tergantung di angkasa
Bersaksikan desa
Satelit puaka lu diibaratkan
Lu saksikanlah lu punya dosa
Lu renung ke bumi sedar diri sendiri
Ku taburi pasir batu di rongga
Apakah salah dosa
Adakah terlalu berkuasa
Terlalok lupa
Lu terlupa
Lu taburi janji temberang
Janji hancing dan kotor
Adakah terlalu berkuasa terlalik lupa
Lu terlupa
Sakit Bantal Empuk
Caj caj caj caj caj caj
Suka hati kau tak berbudi kau tak mengerti
Kau tak perduli ku kau anggap kutu kari
Das das das das das das
Hentam saja kau tak berjiwa kau tak merasa kau tak periksa
Siapa yang mengalas kerusimu di bawah
Di bantal empuk mu kau terlupa janji mu
Dam dam dam dam dam dam
Kami jeran kau tak kasihan kau tak sayangkan
Kau tak ringankan kami sekalian yang bergelar sang Marhain
Di rumah tumpangan kau terlupa diri mu siapa
Kau sedarlah
Kalau bukan kami yang tumpang yang bersusah payah
Berkompang hingga menang hingga dijulang...
Suka hati kau tak berbudi kau tak mengerti
Kau tak perduli ku kau anggap kutu kari
Das das das das das das
Hentam saja kau tak berjiwa kau tak merasa kau tak periksa
Siapa yang mengalas kerusimu di bawah
Di bantal empuk mu kau terlupa janji mu
Dam dam dam dam dam dam
Kami jeran kau tak kasihan kau tak sayangkan
Kau tak ringankan kami sekalian yang bergelar sang Marhain
Di rumah tumpangan kau terlupa diri mu siapa
Kau sedarlah
Kalau bukan kami yang tumpang yang bersusah payah
Berkompang hingga menang hingga dijulang...
Blues Ular Sawa
Wajah dan gaya semua buka mata
Tutur bahasa lagaknya orang kaya
Pandangan impian mungkin kau kan tergoda
Pantang disapa kau kan jadi mangsanya
Katanya...
Buta-butakan matamu
Ikut-ikutkan nafsunya
Hanya ada seminit saja katanya
Nanti dulu kakiku ini bahaya
Oh mari mari katanya
Kau bijak pandai semua dah tergadai
Kau punya pandai jangan aku jadi macai
Jangan pandai-pandai nanti kau kena tibai
Ragam orang kita ada saja yang terkena
Ada-adakan cerita
Bikin orang porak peranda
Sana sini musuh sahaja
Dasar tidak berguna... jahanam
Ja... jangan... ja... jangan hampiri mereka
Ja... jangan... ja... jangan memenuhkan dosa
Terpulang dirimu ku menjadi kaku
Cerita dah laku dasar penipu
Pandanglah... ke dalam
Kupaslah... ke diri
Tapi hati busuk sekali
Dan kira...
Beruk dah suka ular sawa dah terkena
Suka sama suka tapi aku tidak rela
Ja... jangan... ja... jangan hampiri mereka
Ja... jangan... ja... jangan memenuhkan dosa
Buta-butakan matamu
Ikut-ikutkan nafsunya
Hanya ada seminit saja katanya
Nanti dulu kakiku ini bahaya
Oh mari mari katanya
Kau bijak pandai semua dah tergadai
Kau punya pandai jangan aku jadi macai
Jangan pandai-pandai nanti kau kena tibai
Ragam orang kita ada saja yang terkena
Ada-adakan cerita
Bikin orang porak peranda
Sana sini musuh sahaja
Dasar tidak berguna... jahanam
Tutur bahasa lagaknya orang kaya
Pandangan impian mungkin kau kan tergoda
Pantang disapa kau kan jadi mangsanya
Katanya...
Buta-butakan matamu
Ikut-ikutkan nafsunya
Hanya ada seminit saja katanya
Nanti dulu kakiku ini bahaya
Oh mari mari katanya
Kau bijak pandai semua dah tergadai
Kau punya pandai jangan aku jadi macai
Jangan pandai-pandai nanti kau kena tibai
Ragam orang kita ada saja yang terkena
Ada-adakan cerita
Bikin orang porak peranda
Sana sini musuh sahaja
Dasar tidak berguna... jahanam
Ja... jangan... ja... jangan hampiri mereka
Ja... jangan... ja... jangan memenuhkan dosa
Terpulang dirimu ku menjadi kaku
Cerita dah laku dasar penipu
Pandanglah... ke dalam
Kupaslah... ke diri
Tapi hati busuk sekali
Dan kira...
Beruk dah suka ular sawa dah terkena
Suka sama suka tapi aku tidak rela
Ja... jangan... ja... jangan hampiri mereka
Ja... jangan... ja... jangan memenuhkan dosa
Buta-butakan matamu
Ikut-ikutkan nafsunya
Hanya ada seminit saja katanya
Nanti dulu kakiku ini bahaya
Oh mari mari katanya
Kau bijak pandai semua dah tergadai
Kau punya pandai jangan aku jadi macai
Jangan pandai-pandai nanti kau kena tibai
Ragam orang kita ada saja yang terkena
Ada-adakan cerita
Bikin orang porak peranda
Sana sini musuh sahaja
Dasar tidak berguna... jahanam
Kembalilah
Seandainya kau mengerti akan hati ini
Bertapa ia memerlukan dan dahagakan kasih mu
Tapi apa yang dikehendaki
Tidak dapat kau beri
Untuk apa aku menagih
Cinta yang tidak setia
Kembali kembalilah
Usah kau sakiti hati ini
Yang baru mengenal setia
Kasih sayang bercinta
- SOLO -
Tapi apa yang dikehendaki
Tidak dapat kau beri
Untuk apa aku menagih
Cinta yang tidak setia
Bertapa ia memerlukan dan dahagakan kasih mu
Tapi apa yang dikehendaki
Tidak dapat kau beri
Untuk apa aku menagih
Cinta yang tidak setia
Kembali kembalilah
Usah kau sakiti hati ini
Yang baru mengenal setia
Kasih sayang bercinta
- SOLO -
Tapi apa yang dikehendaki
Tidak dapat kau beri
Untuk apa aku menagih
Cinta yang tidak setia
Ranggi Metropolis
Saat ini di mana degupan ah...
Sehari sebulan setahun menunggu
Datang ke kota simpang berjuta
Apa tahu cari jalan pulang
Semakin dekat semakin jauh
Semakin hampir sampai penamat hilang
Kita tahu bukannya ke mari
Kabus asap timbul hilang tak menentu
Lorong-lorong hitam
Gelap berpelita
Mana lorong terang
Belum lagi jumpa
Berapa lama aku mencari
Bulan belum jatuh lagi ke riba
Mana kenal apa itu jemu
Panas api yang mengalir di belakang
Di lorong-lorong gelap
Cukup sekali datang
( 1 )
Luka sendiri membalut hati
Lantas terpatri di belakang mimpi
Terlepas dari cengkaman hari
Hanya debu berterbangan bebas
( 2 )
Lorong-lorong sesak
Kerumun mangsa rosak
Nafas degupan ah...
Tak kontemporari ranggi
( ulang 1 & 2 )
Semakin dekat semakin jauh
Semakin hampir sampai penamat hilang
Kita tahu bukannya ke mari
Kabus asap timbul hilang tak menentu
( 3 )
Di lorong-lorong hitam
Gelap berpelita
Mana lorong terang
Belum lagi jumpa
Di lorong-lorong gelap
Cukup sekali datang
Nafas degupan ahh...
Tak kontemporari ranggi
( ulang 3 )
Sehari sebulan setahun menunggu
Datang ke kota simpang berjuta
Apa tahu cari jalan pulang
Semakin dekat semakin jauh
Semakin hampir sampai penamat hilang
Kita tahu bukannya ke mari
Kabus asap timbul hilang tak menentu
Lorong-lorong hitam
Gelap berpelita
Mana lorong terang
Belum lagi jumpa
Berapa lama aku mencari
Bulan belum jatuh lagi ke riba
Mana kenal apa itu jemu
Panas api yang mengalir di belakang
Di lorong-lorong gelap
Cukup sekali datang
( 1 )
Luka sendiri membalut hati
Lantas terpatri di belakang mimpi
Terlepas dari cengkaman hari
Hanya debu berterbangan bebas
( 2 )
Lorong-lorong sesak
Kerumun mangsa rosak
Nafas degupan ah...
Tak kontemporari ranggi
( ulang 1 & 2 )
Semakin dekat semakin jauh
Semakin hampir sampai penamat hilang
Kita tahu bukannya ke mari
Kabus asap timbul hilang tak menentu
( 3 )
Di lorong-lorong hitam
Gelap berpelita
Mana lorong terang
Belum lagi jumpa
Di lorong-lorong gelap
Cukup sekali datang
Nafas degupan ahh...
Tak kontemporari ranggi
( ulang 3 )
Sejati
Sejati
Itu yang kau ucapkan
Bila janji kugenggam
Bawah pohon kemboja
Yang sekecil kita
Menanti
Di mahligai mainan
Kita bina bersama
Dari dahan yang rapuh
Usia perangkap kita
Remaja kita tinggalkan
Namun aku masih
Menggenggam janji
Tinggal kenangan
Gagal segala impian
Tinggal bertanya
Erti sejati
Kenangan itu
Hanya mainan bagimu
Tinggal bertanya
Erti sejati
Yang telah engkau janjikan dulu
Itu yang kau ucapkan
Bila janji kugenggam
Bawah pohon kemboja
Yang sekecil kita
Menanti
Di mahligai mainan
Kita bina bersama
Dari dahan yang rapuh
Usia perangkap kita
Remaja kita tinggalkan
Namun aku masih
Menggenggam janji
Tinggal kenangan
Gagal segala impian
Tinggal bertanya
Erti sejati
Kenangan itu
Hanya mainan bagimu
Tinggal bertanya
Erti sejati
Yang telah engkau janjikan dulu
Opera Hidup
Hidup bagaikan pentas opera
Tirai hidup dibuka
Ceritapun bermula...
Oh..Oh..Oh..Oh..
Hidup bagaikan pentas opera
Musik hidup bergema
Asyik insan bermula
Oh..Oh..Oh..Oh..
( 1 ) Chorus
Lakonkan dengan semangat kejujuran
Sinarilah hatimu oh kesucian
Oh..rempuh api kepalsuan
Pastikan keadilan
Pastikan jaya
( 2 ) Chorus
Hidup bagaikan pentas opera
Rentak lakon bermula
Siapakah wiranya
Oh..Oh..Oh..Oh..
Kita kecewa dan menderita
Lumrah alam biasa
Pastikah kau wiranya
Oh..Oh..Oh..Oh..
( 3 ) Chorus
Lakonkan penuh bersemangat wira
Pastikan langkahmu oh keyakinan
Oh..Leburkan ketidak-adilan
Pastikan kedamaian pastikan jaya
(ulang 1, 2, 3 & 3)
Tirai hidup dibuka
Ceritapun bermula...
Oh..Oh..Oh..Oh..
Hidup bagaikan pentas opera
Musik hidup bergema
Asyik insan bermula
Oh..Oh..Oh..Oh..
( 1 ) Chorus
Lakonkan dengan semangat kejujuran
Sinarilah hatimu oh kesucian
Oh..rempuh api kepalsuan
Pastikan keadilan
Pastikan jaya
( 2 ) Chorus
Hidup bagaikan pentas opera
Rentak lakon bermula
Siapakah wiranya
Oh..Oh..Oh..Oh..
Kita kecewa dan menderita
Lumrah alam biasa
Pastikah kau wiranya
Oh..Oh..Oh..Oh..
( 3 ) Chorus
Lakonkan penuh bersemangat wira
Pastikan langkahmu oh keyakinan
Oh..Leburkan ketidak-adilan
Pastikan kedamaian pastikan jaya
(ulang 1, 2, 3 & 3)
Nasib Kita - ft Mael
Datang dan pergi
Segala menanti
Menentukan arah
Meragut kerinduan
Hanyalah satu lagi
Masih bersembunyi
Kenyataan yang tidak dapat dilihat
Ia tidak akan dapat kau lihat
Warnanya serupa
Namun ianya tidak sekata
Sememang banyak bezanya
Itu yang diperlukan
Mengheret ke dasar lautan
Api atau pun syurga
Di kala tidur yang semakin tak lena
Memisahkan semangat kita yang membara
Bermimpikan indah bila di capai ia tiada
Betapalah sukar menentukannya
( korus )
Melihat hitam belum tahu di mana lubuknya
Siang dan malam bezanya
Sekali pandang mana tahu di sana ada bencana
Banyak lagi kisahnya
Melihat hitam belum tahu di mana lubuknya
Siang dan malam bezanya
Sekali pandang mana tahu di sana ada bencana
Banyak lagi kisahnya
Berikan jalan menuju pulau harapan ( 2X )
oh oh oh... oh oh oh...
Segala menanti
Menentukan arah
Meragut kerinduan
Hanyalah satu lagi
Masih bersembunyi
Kenyataan yang tidak dapat dilihat
Ia tidak akan dapat kau lihat
Warnanya serupa
Namun ianya tidak sekata
Sememang banyak bezanya
Itu yang diperlukan
Mengheret ke dasar lautan
Api atau pun syurga
Di kala tidur yang semakin tak lena
Memisahkan semangat kita yang membara
Bermimpikan indah bila di capai ia tiada
Betapalah sukar menentukannya
( korus )
Melihat hitam belum tahu di mana lubuknya
Siang dan malam bezanya
Sekali pandang mana tahu di sana ada bencana
Banyak lagi kisahnya
Melihat hitam belum tahu di mana lubuknya
Siang dan malam bezanya
Sekali pandang mana tahu di sana ada bencana
Banyak lagi kisahnya
Berikan jalan menuju pulau harapan ( 2X )
oh oh oh... oh oh oh...
Misteri Mimpi Syakila
Dimanakah menghilang
Diriku sendiri
Hanyut dalam bayangan
Sebuah misteri
Harum tiada wajah
Mengelilingi aku
Dalam suasana
Yang terharu
Lukisan impianku
Gambaran dimana
Cuaca yang begini
Apakah mahunya
Aku adalah aku
Nyanyi lagu yang rindu
Lemah langkahku mengejarmu
Bila pun engkau menjelma
Disini aku berdiri
Ku menanti
Walau hilang ceritamu
Di hati tetap abadi
Sentuhanmu
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Aku pun tak tahu
Oh Oh..
SYAKILLA...
Diriku sendiri
Hanyut dalam bayangan
Sebuah misteri
Harum tiada wajah
Mengelilingi aku
Dalam suasana
Yang terharu
Lukisan impianku
Gambaran dimana
Cuaca yang begini
Apakah mahunya
Aku adalah aku
Nyanyi lagu yang rindu
Lemah langkahku mengejarmu
Bila pun engkau menjelma
Disini aku berdiri
Ku menanti
Walau hilang ceritamu
Di hati tetap abadi
Sentuhanmu
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Aku pun tak tahu
Oh Oh..
SYAKILLA...
Lena Diulit Mimpi
Seingat aku
Kita pernah bertemu dulu
Di satu pesta keramaian
Anggun wajah mu
Menjadi perhatian
Dan hatiku juga berkocakan
Bagai lena yang diulit
Mimpi bertemu
Ingin ku jadikan mu penyeri
Warna hidup ini
Oh tiada ter banding indah
Sewaktu bersamamu intan
Hilai tawa terpancarlah
Oh sinaran keinginan
Ingin dikasih
Seperti insan sedang berkasih .. oh
Kau telah isikan
Ruangku yang kekosongan
Jadilah seorang insan
Yang penuh dengan pengertian
Yang amat mengharukan
Kalimahmu luahan dalam
Bukan sekadar puisi ciptaan
tapi tulus ikhlas dan kesungguhan ..oh
Kita pernah bertemu dulu
Di satu pesta keramaian
Anggun wajah mu
Menjadi perhatian
Dan hatiku juga berkocakan
Bagai lena yang diulit
Mimpi bertemu
Ingin ku jadikan mu penyeri
Warna hidup ini
Oh tiada ter banding indah
Sewaktu bersamamu intan
Hilai tawa terpancarlah
Oh sinaran keinginan
Ingin dikasih
Seperti insan sedang berkasih .. oh
Kau telah isikan
Ruangku yang kekosongan
Jadilah seorang insan
Yang penuh dengan pengertian
Yang amat mengharukan
Kalimahmu luahan dalam
Bukan sekadar puisi ciptaan
tapi tulus ikhlas dan kesungguhan ..oh
Intan Ku Kesepian
Hanya padamu ..Terbuka hatiku
Menanti hadirnya kasihmu sayang
Cinta yang murni sehangat mentari
Membara hanyalah Untukmu
Belum sempat aku memberi padamu
Engkau yang kudamba hilang tiba-tiba
Tiada lagi irama cintamu sayang
Tiada lagi haruman kasihmu intan
Tinggallah aku menyulam cinta yang sirna
Di dalam senyum yang berbayang duka
Ku kesepian
Akan ku tunggu takdir menentukan
Engkau dan aku kan bersua lagi
Memadu cinta selembut bayu senja
Mengukir rindu di daunan hari kasih
Menghilang resah lewat pertemuan kita
Biarpun harus ku telan keperitan
Kerana engkau Intan yang ku sayang
Akan ku terus menunggumu Intan
Menanti hadirnya kasihmu sayang
Cinta yang murni sehangat mentari
Membara hanyalah Untukmu
Belum sempat aku memberi padamu
Engkau yang kudamba hilang tiba-tiba
Tiada lagi irama cintamu sayang
Tiada lagi haruman kasihmu intan
Tinggallah aku menyulam cinta yang sirna
Di dalam senyum yang berbayang duka
Ku kesepian
Akan ku tunggu takdir menentukan
Engkau dan aku kan bersua lagi
Memadu cinta selembut bayu senja
Mengukir rindu di daunan hari kasih
Menghilang resah lewat pertemuan kita
Biarpun harus ku telan keperitan
Kerana engkau Intan yang ku sayang
Akan ku terus menunggumu Intan
Inspirasi Syakilla
Mestikah aku kemari menghayati sentosa
Datang bagai ada yang memanggil menunjukkan susulan
Sisa hidup warna yang hilang
Cahaya abadi nan terang
Sesudah aku tahu itulah ini
Lama mana hendak jejaki pencarian yang hilang
Kemuncaknya teramat tinggi cecah menjejak kaki awan
Terbang perhatikan dunia nyata dicipta satu tangan
Rasanya macam pernah kita satukan
- SOLO -
( 1 )
Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
( solo )
ULANG ( 1 )
Kenapa berhenti ketika masih ada di laluan ini
Sesat kembara sudah
Segalanya yang kita lalui
Tiada berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
Datang bagai ada yang memanggil menunjukkan susulan
Sisa hidup warna yang hilang
Cahaya abadi nan terang
Sesudah aku tahu itulah ini
Lama mana hendak jejaki pencarian yang hilang
Kemuncaknya teramat tinggi cecah menjejak kaki awan
Terbang perhatikan dunia nyata dicipta satu tangan
Rasanya macam pernah kita satukan
- SOLO -
( 1 )
Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
( solo )
ULANG ( 1 )
Kenapa berhenti ketika masih ada di laluan ini
Sesat kembara sudah
Segalanya yang kita lalui
Tiada berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
Hukum Karma
Oh... dalam dunia...
Oh... kita raja...
Oh... jangan lupa...
Oh... Jangan gila
Gila darjat
Gila nama
Gila kuasa
Gila Harta
Semua gila
Buat baik berpada-pada
Kata org tua
Buat jahat jangan sekali
Engkau takkan rugi
Mulia dibalas syurga
Dosa 'kan sensgara
Ini hukum karma
Oh... kita raja...
Oh... jangan lupa...
Oh... Jangan gila
Gila darjat
Gila nama
Gila kuasa
Gila Harta
Semua gila
Buat baik berpada-pada
Kata org tua
Buat jahat jangan sekali
Engkau takkan rugi
Mulia dibalas syurga
Dosa 'kan sensgara
Ini hukum karma
Bujang Senang
Ketenangan air halus manja
Tersebut satu kisah puaka
Asal manusia
Menjadi buaya
Beraja di lubuk ngeri
Rangkak tenang mencari mangsanya
Segala berlaku senyap sunyi
Siapa mencabar bersedialah
Akan menjadi mangsanya
Akibat sumpah puaka
Suara ngeri
Datang dari lembah sunyi
Maut menanti
Dari sudut tanpa kesan
Kelaku misteri sukar di cari
Tubuh menyambar timbul tenggelam
Gelar diberi buaya ini
Buaya lagenda
Bujang Senang
Tersebut satu kisah puaka
Asal manusia
Menjadi buaya
Beraja di lubuk ngeri
Rangkak tenang mencari mangsanya
Segala berlaku senyap sunyi
Siapa mencabar bersedialah
Akan menjadi mangsanya
Akibat sumpah puaka
Suara ngeri
Datang dari lembah sunyi
Maut menanti
Dari sudut tanpa kesan
Kelaku misteri sukar di cari
Tubuh menyambar timbul tenggelam
Gelar diberi buaya ini
Buaya lagenda
Bujang Senang
Biarkan Berlalu
Bila bersemadi warna cinta
Pudarlah segalanya
Tiada mentari lagi
Yang mengiringi perjalanan
Mestikah bersedih
Pada hakikat
Dikurniakan padamu
Bukankah cita-citamu
Memperjudikan kasih sayang
( korus )
Kita mampu merancang
Hanya Tuhan menetukan
Tak perlu dikisahkan..ooo...(2x)
Janganlah memburu
Angin yang berlalu
Kelak kau terima
Jawapan yang kecundang
Pulang saja di mana
Permulaan langkahmu
Biar saja angin terus berlalu
Oooo...berlalu
Pudarlah segalanya
Tiada mentari lagi
Yang mengiringi perjalanan
Mestikah bersedih
Pada hakikat
Dikurniakan padamu
Bukankah cita-citamu
Memperjudikan kasih sayang
( korus )
Kita mampu merancang
Hanya Tuhan menetukan
Tak perlu dikisahkan..ooo...(2x)
Janganlah memburu
Angin yang berlalu
Kelak kau terima
Jawapan yang kecundang
Pulang saja di mana
Permulaan langkahmu
Biar saja angin terus berlalu
Oooo...berlalu
Belenggu Irama
Hari-hari bagaikan berlari
Tiada sesaat berhenti
Aku yang masih berdiri
Tiada arah yang pasti
Apakah aku sudah mati
Dalam dunia ini
Biarpun masih berdiri
Tiada siapa peduli
Aku terikat tanpa tali
Aku berdiri tanpa bumi
Aku berkata tanpa suara
Aku menangis tanpa airmata
Apakah aku sudah mati
Dalam dunia ini
Biarpun masih berdiri
Tiada siapa peduli
Perintahmu adalah belenggu
Menggenggamku dengan kuasamu
Membuat aku menjadi layu
Dalam suasana yang masih baru
Bilakah akan berhenti bicara
Untuk melihat apa yang melanda
Angkaramu kepada irama
Yang telah beku
Selama kau berkuasa
Tiada sesaat berhenti
Aku yang masih berdiri
Tiada arah yang pasti
Apakah aku sudah mati
Dalam dunia ini
Biarpun masih berdiri
Tiada siapa peduli
Aku terikat tanpa tali
Aku berdiri tanpa bumi
Aku berkata tanpa suara
Aku menangis tanpa airmata
Apakah aku sudah mati
Dalam dunia ini
Biarpun masih berdiri
Tiada siapa peduli
Perintahmu adalah belenggu
Menggenggamku dengan kuasamu
Membuat aku menjadi layu
Dalam suasana yang masih baru
Bilakah akan berhenti bicara
Untuk melihat apa yang melanda
Angkaramu kepada irama
Yang telah beku
Selama kau berkuasa
Langgan:
Catatan (Atom)










