QUICK MENU

Your Ad Here
Memaparkan catatan dengan label M. Nasir. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label M. Nasir. Papar semua catatan

Selasa, 19 Jun 2007

Sang Pencinta

Menanti satu detik pandangan magis mu
Cukup untuk meredakan rindu duniawi
Segala dugaan dan pesona
Menjadi irama indah
Kesakitan ragaku
Berlalu pergi
Tiada bererti

Pada Mu jua
Tertuju segala jalan
Pada Mu jua
Cinta ku serahkan
Kerna hati seorang pencinta
Pandangannya satu
Matanya hanya melihat Dia
Yang melihatnya
Hanya Dia kekasihnya

Sang Pencinta
Hanya Dia merasa
Semangat sebuah pengorbanan

Sang Pencinta
Hanya Dia mengerti
Persoalan percintaan ini
Cinta ini

Rela menderita
Agar rindu batinnya terubat

Mengenang Dia
Cinta yang dipuja
Mengenang Dia
Cinta yang diredha
Hanya Dia
Mengenang Dia

Juwita Citra Terindah Lyrics

Bagaimanakah aku gambarkan
Rasa yang membakar jiwaku
Tiada kata yang tak di 'share'
Bagai habis bahasa bermutu

Sedang engkau teristimewa buat diriku
Ilham tugu taj mahal didirikan
ooooo.....

Barangkali kita perlu
Melihat di sebalik manteri
Engkau wanita aku lelaki
ayuhlah kita mengikat janji

Kau juwita menolak segala dusta
Citra terindah cerita yang sakti....

Ku serahkan nasibku pada cinta murni
Untuk kau ku rasakan bukti
Patahkan ku hancurkan badanku ini
Kau tetap menjadi....
oooo....
Pujaan........
ooooo.......
Juwita............
Kaulah segala-galanya...............

Tinggalkan Satu Peluru

Hidup semalam banyak mengajariku
Ingat-ingat tinggalkan satu peluru
Takut-takut kawan yang berganding bahu
Berkesudahan menjadi seteru

Mana tahu?
Dah jadi hantu

Selagi genting belum datang mengetuk pintu
Siapakah yang kanan
Siapa pula yang kiri
Wayang dulu tak pernah reda
Hitam putih terus bertingkah
Helah menghelah mencuri mimpi

Di mana helang terbang ke situku tuju
Biar pun angin mengganas menusuk tubuh
Di mana, biarpun ke pusar mentari ku pergi
Asalkan ku menang

Begitu juga kata-kata rindu dan cinta
Sehati sejiwa, hidup dan mati bersama
Dusta kini sudah lumrah
Hingga benar sukar diterima
Yang tewas tak pernah di puja

Mentera Semerah Padi

Hei! kersani mengalir lah dikau
Menjadi raksa
Mengisi belikat punggungku
Agar aku bisa berdiri
Tegap dan segak
Bagaikan laksmana Melayu

Hei! sepuluh helai daun sirih
Ku gentas bersama
Bunga cengkih jadilah dikau
Darah merah pekat
Mengisi uratku
Agar bisa aku berlangkah
Gagah dan tampan
Bagaikan sijantan yang berkokok

Di mana bumi ku pijak
Di situ langit ku junjung
Alang-alang menyeluk pekasam
Biar sampai ke pangkal lengan

Aku seru mentera pusakaku
Mentera semerah padi

Keroncong Untuk Ana 1

Benarkah tiada bagiku
Ruang di hatimu untukku bertapak
Walaupun sejengkal jari
Agar dapat ku berdiri
Di ambang pintumu

1
Kemana
Hilangnya keroncong
Oh! cinta yang kita
Nyanyikan bersama

Ataupun
Aku yang bersalah
Hanya menepuk tangan
Sebelah saja

Ana.. Ana..
Ana.. Ana..

( ulang dari 1 )

Tiada ku sangka akhirnya
Kau tutup semua
Pintu cinta untukku
Hinggaku
Termanggu tiada
Arah nak ku tuju
Membawa hatiku

Hati Emas

Berjalan di tanah gersang
Mentari mencekam dada
Debu-debu di jalanan
Menjadi teman setia

Tiada lain tujuanku
Hati emas yang ku cari
Kisahnya di hujung dunia
Mengapa tak ku temui

Oh! terdengar suara halus
Bagai dengar dan menghilang
Katanya pulanglah oh! anakku
Ia tiada di sini

Kembara
Puas sudah ku mengembara
Ke mana perginya oh! cahaya
Mencari hati emas bukannya mudah
Di masa kini adakah kau peduli

Mungkinkah dikau miliki
Hati emas murni suci
Inginku menjadi sahabatmu
Hingga akhir hayat nanti

Kembara
Puas sudah ku mengembara
Ke mana perginya oh! cahaya
Mencari hati emas bukannya mudah
Mungkin selamanya takkan aku temui

MUSIC DOWNLOAD

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

MOVIE DOWNLOAD

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket